This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 01 Juni 2011

Nilai Seni pada Keindahan

Pengertian kata keindahan berasal dari kata indah, yang mempunyai arti bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Dalam seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan. Nilai estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat dan mendengar. Bentuk diluar diri manusia itu berupa karya budaya yaitu karya seni lukis, suara, tari sastra, drama dan film, atau berupa ciptaan Tuhan misalnya pemandangan alam, bunga warna-warni, dan lain-lain. Pengalaman keindahan sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος,hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda" dan "usia matang."

Pria yang rupawan disebut "tampan" atau "ganteng" sedangkan wanita yang elok rupanya disebut "cantik" atau "ayu", di dalam masyarakat. Sifat dan ciri seseorang yang dianggap "elok", apakah secara individu atau dengan konsensus masyarakat, sering didasarkan pada beberapa kombinasi dari Inner Beauty (keelokan yang ada di dalam), yang meliputi faktor-faktor psikologis seperti kepribadian, kecerdasan, keanggunan, kesopanan, kharisma, integritas, dan kesesuaian, dan Outer Beauty (keelokan yang ada di luar), yaitu daya tarik fisik yang meliputi faktor fisik, seperti kesehatan, kemudaan, simetri wajah, dan struktur kulit wajah.

Standar kecantikan/ketampanan selalu berkembang, berdasarkan apa yang dianggap suatu budaya tertentu sebagai berharga. Namun manusia yang relatif muda, dengan kulit halus, tubuh proporsional, dan fitur biasa, secara tradisional dianggap paling elok sepanjang sejarah.

http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan
http://vandredi-blog.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-keindahan.html

Cinta Kasih dalam Kehidupan

Pada artikel ini, saya akan membahas tentang Cinta Kasih dalam Kehidupan.
Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini selain itu manusia adalah makhluk sosial yang berarti manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Saat dilahirkan manusia sudah diajarkan bahasa ibu dan akan mengenal suatu pergaulan hidup baik itu ditengah suatu keluarga maupun di lingkungan masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan dengan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Cinta hanya datang pada mahluk Tuhan yang bernama manusia karena pada diri setiap diri manusia akan selalu diimbangi oleh akal dan nafsu, cinta tidak akan pernah datang pada mahluk Tuhan lainnya. Sebagai contoh sederhana malaikat, ia hanya memilki kebaikan saja dan selalu beribadah pada Tuhan begitu pula iblis yang hanya memilki nafsu keburukan “menghasut dan selalu mengajak kita “manusia” agar mengikuti jalannya”. Pada binatang dan tumbuhanpun demikan. Hewan atau binatang hanya memilki nafsu dan bukan cinta karena pada hewan atau binatang tidak disertai akal dan nurani. Perasaan yang berawal dari pandangan mata hingga turun kehati merupakan bagian dari hidup dan kehidupan manusia, yang esensinya dapat melahirkan kreatifirtas dan cipta atau hasil karya melalui proses akhir, yaitu tanggung jawab. Cinta pada dasarnya dapat dikatakan sebagai budaya yang menggunakan perasaan serta akal sehat. Dari sebuah cinta dapat menghasilkan beberapa pernyataan, yaitu :
1. Melahirkan satu bentuk seni yang dituangkan dalam goresan kertas dan kanvas seperti seni lukis dan gambar.
2. Melahirkan satu bentuk seni yang memadukan irama dan nada dalam satu dinamisasi yang dikenal sebagai lagu dan seni musik.
3. Melahirkan satu bentuk seni melalui goresan pena yang disebut sajak, pantun atau novel.
4. Melahirkan satu bentuk seni yang menggabungkan antara medidisasi nada dan goresan pena yang melahirkan drama, film dan lain sebagainya.
5. Melahirkan tanggung jawab, baik pada pasangan atau orang yang kita cintai atau pada lainnya, maka dari sebuah cintalah terlahir manusia – manusia baru yang menghuni semesta kita ini.

Jika kita berbicara mengenai cinta maka itupun tidak dapat dipisahkan dengan unsur – unsur seni dan kebudayaan yang ada.Cinta sama dengan budaya yaitu suatu rasa, karya dan karsa. Cinta bukanlah suatu monopoli orang dewasa saja tetapi cinta juga dapat hadir pada anak kecil tanpa memandang siapa, dari mana, warna kulit dan lain sebagainya. Karena cinta pada dasarnya merupakan suatu rasa yang sangat sulit untuk diungkapkan, baik dengan kata atau nada. Cinta itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari kasih dan sayang karena keduanya “antara kasih dan sayang” merupakan aplikasi lanjutan atau esensi dari sebuah kata cinta melalui beberapa kata dalam bentuk kasih, sayang, pemujaan dan lainnya yang kesemuanya akan dibalut dalam satukata tingkat tinggi, yaitu tanggung jawab. Cinta memiliki dimensi spiritual yang dinamakan Isyq-o muhasbat yang memberikan daya kreatifitas yang hidup dan sebagai berdirinya suatu pribadi dan kepribadian. Dimana cinta menduduki urutan pertama dalam tariqh (suatu jalan, cara atau ikhtiar) hingga menuju penyempurnaan diri dan pensucian hati. Cinta menurutnya juga merupakan stasiun terakhir yang terletak pada Tuhan yang bersifat fundamental.

Definisi tepat yang dapat menggambarkan tentang cinta sangatlah sulit untuk dijelaskan secara terperinci dan sempurna, karena jika api cinta sudah berkobar maka akan sangat sulit untuk dipadamkan. Cinta merupakan kekuatan spiritual yang dapat membangkitkan fungsi – fungsi kecerdasan emosional dan secara spiritualitas dapat menembangkan potensi – potensi orang yang sedang mengalaminya. Maka cintailah orang-orang yang ada di sekitar anda dan buatlah mereka tersenyum.

Manusia dan Nilai-Nilai Harapan

Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan alasan saya memilih program studi Teknik Informatika, karena saat ini teknologi informasi sudah berkembang dengan pesat dan masih kurang tenaga IT di Indonesia. Tenaga IT profesional sangat dibutuhkan dan akan dibayar dengan gaji yang tidak sedikit. Saya tertarik dalam bidang IT semenjak saya menyukai video game, karena dengan masuk IT saya berharap bias membuat video game buatan saya sendiri ^.^. Selain itu, dengan adanya teknologi maka para guru atau dosen dapat mempermudah dalam proses belajar mengajar di sekolah ataupun di perguruan tinggi. Para lulusan IT jika didukung dengan kemampuan berwirausaha yang cukup pasti bisa menjadi pengusaha yang sukses. Hal ini didukung oleh fakta bahwa masih minimnya produk – produk IT buatan dalam negeri. Pasti pasar akan lebih memilih untuk membeli program – program buatan dalam negeri yang jauh lebih murah dengan kualitas yang tidak jauh beda dengan produk – produk luar negeri.
Harapan bukanlah sesuatu yang terucap dimulut saja tetapi juga berangkat dari usaha. Dia adalah kecenderungan batin untuk membuat sebuah rencana aksi, peristiwa, atau sesuatu menjadi lebih bagus. Sederhananya, harapan membuat kita berpikir untuk melakukan sesuatu yang lebih baik untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup di kedua tempat tersebut bahagia. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari ini, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.
Nilai – Nilai Budaya Sebagai Tolak Ukur Harapan
Dalam hasil budaya yang berupa sastra, dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya yang dibawa penulisnya sebagai gagasan utama. Dalam sastra jawa misalnya antara lain terdapat nilai budaya meliputi:
a. Nilai kejuangan dan semangat pengorbanan
yaitu nilai perjuangan sebagai tolak ukur dan diharapkan dimiliki masyarakat, seperti kesetiaan, kesungguhan, kedisiplinan,dll
b. Nilai kerumahtanggaan
yaitu nilai yang diharapkan berkembang dalam setiap keluarga

MACAM-MACAM NILAI
Dalam filsafat, nilai dibedakan dalam tiga macam, yaitu :
a. Nilai logika adalah nilai benar salah
b. Nilai estetika adalah nilai indah tidak indah
c. Nilai etika/moral adalah nilai baik buruk

Berdasarkan klasifikasi di atas, kita dapat memberikan contoh dalam kehidupan. Jika seorang siswa dapat menjawab suatu pertanyaan, ia benar secara logika. Apabila ia keliru dalam menjawab, kita katakan salah. Kita tidak bisa mengatakan siswa itu buruk karena jawabanya salah. Contoh nilai estetika adalah apabila kita melihat suatu pemandangan, menonton sebuah pentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetika bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan. Seseorang akan merasa senang dengan melihat sebuah lukisan yang menurutnya sangat indah, tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu. Nilai moral adalah suatu bagian dari nilai, yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia.moral selalu berhubungan dengan nilai, tetapi tidak semua nilai adalah nilai moral. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia.

Sebagai mahasiswa harapan saya ingin membahagiakan orangtua saya, mencapai kesuksesan dalam hidup, mengejar mimpi yang ingin diraih, jangan pernah putus asa walaupun saya sering mendapatkan kegagalan dalam hidup dan semangat untuk meraih apa yang ingin anda capai, jangan lupa berdoa dan berusaha lebih giat lagi. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian semua. ^.^

Sumber :
http://uzey.blogspot.com/2009/09/pengertian-nilai.html

Selasa, 11 Januari 2011

Ilmu Pengetahuan Teknologi

"Ilmu pengetahuan" lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, "ilmu" dan "pengetahuan", yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri.

Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki,menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia sedangkan, Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang dan pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.

Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide,kenyataan,kegiatan akal-budi,pengalaman,sintesis budi,atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.

Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaran pengetahuan :
1. Pengetahuan dianggap benar apabila dalil(proposisi)itu mempunyai hubungan dengan dalil yang terdahulu
2. Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan
3. Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu.

Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
- Epistemologis hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan.
- Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya atau dengan kata lain ontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan.
- Aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.



Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan(body ofknowledge),dan teknologi sebagai suatu seni(state of arts )yang mengandung pengetian berhubungan Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis.

Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis.
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja(1980)memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam hal metode,organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis.Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua teknik bersatu,saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi,bahkan dapat menguasai kebudayaan
7. Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.


Teknologi yang berkembang dengan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi,pemerintahan,manajemen,hukum dan militer.
3. Teknik meliputi bidang manusiawi, maksudnya teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia,manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.




Jadi,ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional. daftar pusaka: http://www.gunadarma.ac.id/

Pertentangan Sosial

Teori konflik sosial adalah suatu yang berpendapat bahwa individu-individu dan kelompok( kelas sosial )dalam masyarakat memiliki jumlah yang berbeda bahan material dan sumber daya yang tidak(yang kaya vs orang miskin)dan bahwa kelompok-kelompok yang lebih kuat penggunaan kekuasaan dalam untuk mengeksploitasi kelompok-kelompok dengan daya yang lebih kecil.

Sering kita temui keadaan dimasyarakat para anggotanya pada kondisi tertentu, diwarnai oleh adanya persamaan-persamaan dalam berbagai hal.Tetapi juga didapati perbedaan-perbedaan dan bahkan sering kita temui pertentangan-pertentangan.Itulah sebabnya keadaan masyarakat dan Negara mengalami kegoyahan-kegoyahan yang terkadang-kadang tidak terkendali dan dari situlah terjadinya perpecahan.Sudah tentu sebabnya,misalnya adanya pertentangan karena perbedaan keinginan.

Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan kepentingan.Bila perbedaan kepentingan itu terjadi pada kelompok-kelompok tertentu,misalnya pada kelompok etnis,kelompok agama,kelompok ideology tertentu termasuk antara mayoritas dan minoritas.

Dua metode yang ini eksploitasi dilakukan adalah melalui kekuatan fisik dan ekonomi.Sebelumnya konflik teoretisi sosial berpendapat bahwa uang adalah mekanisme yang menciptakan kekacauan sosial.Teori lebih lanjut menyatakan bahwa masyarakat diciptakan dari berlangsung konflik sosial antara berbagai kelompok.Hal ini juga mengacu pada berbagai jenis interaksi sosial yang positif yang mungkin terjadi dalam hubungan sosial.

Pada umumnya,hubungan sosial terdiri daripada masyarakat,maka kita dan masyarakat lain di lihat mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut,yang terdapat unsur ganjaran,pengorbanan dan keuntungan.Jadi,perilaku sosial terdiri atas pertukaran paling sedikit antara dua orang berdasarkan perhitungan untung-rugi.Misalnya,pola-pola perilaku di tempat kerja,percintaan, perkawinan,dan persahabatan.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya,misalnya kebencian atau permusuhan.Konflik dapat terjadi pada lingkungan yang paling kecil yaitu individu,sampai kepada lingkungan yang luas yaitu masyarakat.

Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu :

1.Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat didalam konflik
2.Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
3.Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.


Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :

1.Elimination,yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik.
2.Subjugation atau domination,artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya
3.Mjority Rule,artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan,tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4.Minority Consent,artinya kelompok mayoritas yang memenangkan,namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama
5.Compromise,artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6.Integration,artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.

Prasangka(prejudice)diartikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu.Prasangka ini sebagian besar sifatnya apriori,mendahului pengalaman sendiri(tidak berdasarkan pengalaman sendiri),karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung pola orang lain.

Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa,berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat,sifat berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi(terlalu menyederhanakan)terhadap sesuatu realita.


Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi :
1. Berlatar belakang sejarah.
2. Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional.
3. Bersumber dari factor kepribadian.
4. Berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.


Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminai :
1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
2. Perluasan kesempatan belajar.
3. Sikap terbuka dan sikap lapang. referensi: http://www.gunadarma.ac.id/

Kamis, 09 Desember 2010

Masyarakat Kota dan Pedesaan

Pengertian masyarakat kota adalah lebih ditekankan pada sifat kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Sedangakan masyarakat pedesaan adalah kesatuan wilayah yg dihuni oleh sejumlah keluarga yg mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa)kelompok rumah di luar kota yg merupakan kesatuan disitu belum ada listrik udik atau dusun (dl arti daerah pedalaman sbg lawan kota)ia hidup tenteram di tempat terpencil di kaki gunung tanah tempat daerah.

Perbedaan desa dan kota :

Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan-perbedaan yang ada mudah-mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.

Ciri-ciri tersebut antara lain :
1) jumlah dan kepadatan penduduk;
2) lingkungan hidup;
3) mata pencaharian;
4) corak kehidupan sosial;
5) stratifikasi sosial;
6) mobilitas .sosial;
7) pola interaksi sosial;
8) solidaritas sosial; dan
9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.

macam-macam gejala masyarakat pedesaan :
1. konflik
2. kontraversi
3. kompetisi
4. kegiatan pada masyarakat pedesaan

Hubungan desa dan kota itu sendiri adalah masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membutuhkan.Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur¬mayur, daging dan ikan. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi. Kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang¬bidang jasa yang dibutuhkan oleh orang desa tetapi tidak dapat dilakukannya sendiri, misalnya saja tenaga-tenaga di bidang medis atau kesehatan.


Jadi masyarakat kota maupun desa mempunyai hubungan yang saling membutuhkan walaupun mempunyai banyak perbedaan . referensi : http://www.gunadarma.ac.id/

Pelapisan Sosial

Dalam masyarakat Indonesia terdapat berbagai macam pelapisan sosial yang bisa kita temui.Baik diukur melalui kekayaan, kehormatan dan ilmu pengetahuan yang di miliki seseorang.

Arti pelapisan sosial itu sendiri merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya.Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial.

Akibat yang Ditimbulkan Status Sosial :

Kadangkala seseorang atau individu dalam masyarakat memiliki dua atau lebih status yang disandangnya secara bersamaan.Apabila status-status yang dimilikinya tersebut berlawanan akan terjadi benturan atau pertentangan.Hal itulah yang menyebabkan timbul apa yang dinamakan Konflik Status.Jadi akibat yang ditimbulkan dari status sosial seseorang adalah timbulnya konflik status.